25HDstory

Hadi and Dessy's Gratitude Journal

Daily Gratitude : Lahir di Pulau Surga

Aku pernah curiga, masih curiga dan akan selalu curiga bahwa dahulu akulah yang memilih kelahiranku sendiri.
Dari kejauhan sebelum lahir ke dunia aku melihat-lihat kehidupan macam apa yang akan aku masuki. Mungkin semacam tour, (rasanya seperti membuka-buka menu di meja makan restoran) lalu melihat sebuah pulau tropis dengan alam yang asri dan getaran spiritual tinggi. 

Bahagia itu Merasa Cukup

Saya melihat-lihat tulisan lama di file saya dan menemukan resensi buku yang saya tulis di tahun 2010. Buku ini bisa dikatakan buku pertama saya tentang spiritual dan saya sangat merekomendasikannya hingga membeli seri selanjutnya.



Judul                           : Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya
Penulis                         : Ajahn Brahm
Penerjemah                  : Chuang
Penerbit                       : Awareness Publication
Tahun terbit                 : 2009
Halaman                      : xvi+312

Self Talk : Selamat Menunaikan Puasa Media Sosial



Hai, Diriku.

Di tengah hiruk pikuk jagat maya dimana orang-orang lebih terbuka dengan kehidupan pribadinya, hal terbaik yang bisa kau lakukan adalah berhenti larut di dalam arus yang menyeretmu semakin dalam.

Karena batasan ranah publik dan privat yang begitu rancu, kau tidak harus mengikuti semua itu agar tidak ketinggalan zaman.


Saat Coklat dan Bunga tak Lagi Menawan di dalam Hubungan

Sambil mengunyah makanan dengan pelan, seorang teman yang duduk di hadapan saya berkata, "Sungguh, dia tidak ada sisi romantisnya!" katanya mengeluhkan si pacar yang entah mengapa tidak mau membalas "I Love You"-nya. 

Lalu teman saya satunya lagi menambahkan, "Aduh Valentine yang lalu benar-benar seperti hari biasa tanpa bunga, tanpa perayaan apa-apa. Tidak seperti si A yang dirayakan di tempat romantis penuh balon-balon"

Kemudian keduanya saling menambahkan, bersahut sahutan tentang ketidakromantisan, sementara saya asyik mendengar sambil melahap es campur yang nikmat.

Beberapa saat kemudian, mereka kehabisan bahan dan akhirnya bertanya pula pada saya, "Kalau pacarmu bagaimana?"

Saya menghabiskan kolang kaling yang tersisa, mengambil tisu sedikit dan mengelapkan pada bibir, lalu mulai berkata, "Dulu ya, aku seperti kalian sangat mendambakan keromantisan dan syukurnya dia cukup manis. Namun saat ini bagiku hadiah-hadiah itu sudah tidak terlalu penting lagi, sepertinya bagi dia juga begitu," sahut saya. 

Entah pengaruh usia, lamanya hubungan atau memang perubahan pola pikir saja, saat ini cokelat, bunga, boneka, dan benda-benda lain yang sejenisnya tak lagi terasa istimewa. Sebenarnya hal ini sudah pernah saya tuliskan di sini dua tahun yang lalu, tapi karena percakapan teman-teman tersebut rasanya saya harus menuliskannya lagi sebagai pengingat.

Hal-hal yang bersifat non-materiil kini lebih membuat bermakna bagi saya. Kepedulian, kehadiran, dukungan, kepercayaan, saling menguatkan dan keterbukaan, hal-hal itu jauh lebih mahal dari hadiah apapun juga. Pun ketika harus memberikan sebuah benda, pemberian benda yang dibutuhkan lah yang membuat terenyuh sambil berkata "so sweet". Seperti ketika Hadi yang selalu memberikan saya sayur mayur organiknya saat berjumpa.

Saya teringat pernah menonton video tentang hal ini yang saya lupa judulnya apa. Di dalam video tersebut beberpaa anak diwawancara bagaimana pendapat mereka jika seseorang berencana memberikan kekasihnya hadiah cokelat dan bunga. Dan jawaban seorang anak yang begitu sederhana dan begitu melekat di hati saya, kira-kira seperti ini : 
Cokelat dan bunga hadiah yang bagus, namun semua orang melakukannya. Kau harus memberikan sesuatu yang lebih.  Kau harus memberinya cinta.
Saya tidak akan menggeneralisir bahwa pendapat saya lah yang paling cocok untuk semua pasangan di dunia ini. Saya juga tidak menghakimi kisah cinta siapapun, karena setiap orang berhak untuk memiliki cerita dan sudut pandang yang berbeda. 

Namun jika pasangan anda adalah pasangan yang menghargai, memegang teguh komitmen, peduli dan terbuka, percayalah ia sebenanya lebih romantis dari bunga-bunga dan cokelat yang tidak bertahan lama. 

dan dia bisa dipertimbangkan untuk dijadikan si "selama-lamanya". 

mine

Self Talk : Teruslah Berpura-Pura Bijak Hingga Kau Lupa Sedang Berpura-Pura

Kita bertemu lagi wahai diriku sendiri.

"Berpura-Pura Bijak" adalah judul yang menarik bukan?

Bukan, aku bukan sedang mengajarimu untuk munafik, tidak sama sekali. Seperti yang kau tahu, bahwa pikiran kita adalah singa-singa yang kelaparan. Yang mana yang sering diberikan makan, yang itu akan semakin membesar. Yang mana yang sering diberikan makan, yang itu akan mengaum lebih kencang. Yang mana yang sering diberikan makan, yang itu akan mampu menjadi raja diraja.

Pikiran yang manakah yang akan kau fokuskan untuk menjadi pemenang?


Teruslah berpura-pura bijak, walau kau tahu diri sendiri minim aplikasi. Teruslah berpura-pura bijak, walau kau tahu diri sendiri sering lupa diri. Bukan, bukan untuk pencitraan apalagi untuk membuat orang-orang senang. Semua agar kau menyadari, tidak ada orang yang sempurna di dunia ini dan kau berhenti memaksakan diri. Bijak itu ada di dirimu dan keluarkanlah semua itu untuk mengimbangi keburukan demi keburukan yang tak bisa kau hindari hasil dari perbuatanmu sendiri walau tanpa disadari.

Kau tahu, kadang kau menyalahkan hal-hal diluar dirimu untuk segala sesuatu yang kau anggap berjalan keliru. Kau menyalahkan orang lain, lingkungan, kelahiran, bahkan Tuhanmu. Tanpa kau sadari sebenarnya yang paling bertanggung jawab atas semua itu adalah dirimu sendiri. Tanpa kau sadari sedikit mengubah reaksi akan membuatmu sadar diri. Tanpa kau sadari dengan menyadari dan memulai aksi, kau bisa membawa perubahan yang berarti. 

Teruslah berpura-pura bijak, karena kau tahu waktumu tak banyak. Teruslah berpura-pura bijak, karena kau tahu menjadi bijak adalah hal yang menyenangkan untuk diingat. Tidak, bukan harus menjadi seorang guru, coach, mentor atau apapun itu yang bertugas membantu orang lain keluar dari masalahnya, namun bantulah dirimu sendiri dulu!

Kau tahu, dirimu itu adalah sebuah laboratorium.

Dirimu adalah sebuah laboratorium yang setiap hari ada percobaan-percobaan gagal dan berhasil di dalamnya. Ketika kau berhasil kau senang bukan kepalang, ketika kau gagal kau sedih luar biasa. Untuk apakah itu semua padahal kau tahu di depan akan ada berhasil dan gagal yang serupa tapi tak sama. Hidupmu akan lebih berguna ketika menghadapinya dengan biasa, tidak drama. Energimu tersimpan untuk hal-hal yang lebih krusial, memikirkan makna kehidupan dan membantu orang-orang.

Teruslah berpura-pura bijak dan menuliskan hal-hal konyol untuk dirimu sendiri untuk menjaga kewarasan, yang tiada pernah tahu bisa berguna bagi seseorang di luar sana yang sedang berada di ambang kematiannya, ingin menyudahi hidup yang membosankan dan tak ada apa-apa.    

Teruslah berpura-pura bijak hingga suatu hari kau lupa bahwa kau sedang berpura-pura.
Namun jangan pernah lupa setiap kata-kata bijak akan diuji terlebih dahulu kepada pemiliknya. 

Tentang Orang-Orang yang Membawa “Sampah” Kemana-Mana



Ketika sampah di rumah sudah penuh, maka kami harus membawanya ke tempat pembuangan sampah besar yang cukup jauh dari rumah. Di perjalanan, bau sampah itu sangat menyiksa walau sudah ditutup rapat. Belum lagi karena kemalasan saya yang membuat tumpukan sampah sangat banyak dan berat, sehingga keseimbangan motor yang saya gunakan untuk mengangkutnya menjadi terganggu.

full

Sahabat yang Bernama Diary (Bagian 1 - Diary Masa SD)

Beberapa orang mungkin memiliki kotak yang disimpan di sutau tempat. Kotak yang biasanya berisi hal-hal yang tidak penting bagi orang lain, namun sentimentil bagi si empunya. Jika kotak itu tidak berbentuk fisik, mungkin kotak itu berada di dalam hati masing-masing. Ya, semua orang punya "kotak".

Di bagian paling bawah lemari saya, saya menemukan kotak itu. Di dalam kotak tersebut tersimpan buku catatan harian saya semasa SD dan SMP beserta beberapa surat-surat masih lengkap dengan amplop dan perangkonya. 

Hidup di era '90an dimana segalanya masih manual tertulis tangan, baik dari korespondensi maupun mencurahkan isi hati membuat segalanya masih tersimpan rapi. Saya membuka perlahan semuanya dan semua kenangan membuncah keluar menari dengan liar. 


Kisah Supir Taksi Online Bagian II : "I'd Rather Hustle 24/7 than Slave 9 to 5"


Telepon langsung berbunyi ketika aplikasi sudah menunjukkan data supir yang menerima orderan, kali ini acara sudah selesai dan saya harus kembali ke Kota Denpasar. 

"Halo," saya segera mengangkat telepon dari nomor asing yang tertera di layar handphone.

"Mbak, bisa nunggunya di parkiran saja Mbak, disana banyak taksi yang nganggur, saya takut Mbak"

"Pak, saya di depan, di lobby kesini saja"

"Ada taksi Mbak di depan banyak"

"Mana, gak ada, Pak"

"Ya, Mbak saya minta tolong sekali, tunggu di Parkiran saja ya. Saya udah deket sekali ini"

"Aduhhhh ya ya"

Saya berjalan ke parkiran sedikit menggerutu. Harapan saya mendapatkan supir yang normal pupus sudah. Saya tetap kirimkan screenshoot data supir ke Adek untuk berjaga-jaga. Hahaha...

Kisah Supir Taksi Online Bagian I : Hurt People Hurt People

Aplikasi taksi online menunjukkan bahwa sistem sedang mencari supir. Tak lama berselang, muncullah sebuah foto, nama dan nomor kendaraan lengkap dengan 5 bintang berwarna kuning di bagian bawah. 

"Yes," kata saya yang saat itu memang sedang terburu-buru ke daerah Kuta

"Rumah nomor berapa Mbak?" sebuah pesan singkat masuk di aplikasi

"25x. Tapi tunggu di ujung gang ya, Pak soalnya mobil susah muter," balasku

1 menit kemudian pesan berbunyi lagi

"Halo jadi gak?"

"Jadi Pak"

"Kok lama ya?"

"Sebentar Pak"

Saya mulai panik karena Adek yang berjanji mengantar hingga ke ujung gang belum kembali dari kampusnya. Saya akhirnya keluar dan berlari ke ujung gang yang jaraknya sekitar 500 meter.

Setibanya di dalam mobil dengan ngos-ngosan...

"KOK LAMA SIH?" kata bapak di kemudi membentak. Saya terkejut dan masih mengatur nafas

"Iya maaf Pak"

"SAYA TANYA KAMU SEKARANG, KENAPA KAMU LAMA?"

Saya terdiam dan mulai meragukan bintang lima yang didapatkannya. Beginikah pelayanan supir bintang 5? Lha kok dia mirip guru saya yang galak ya?

"Iya tadi nunggu Adik untuk mengantar belum datang, jadi saya lari. Rumahnya di gang paling ujung... jauh," kata saya di sela nafas yang tersengal. 

"Ah, begitu aja jauh. Itulah akibat kamu jarang olahraga!"

Lalu mobil mulai bergerak dari tempatnya semula.

"Yeah Mr. Know-It-All. Bodok ya, mau bilang apa yang penting saya sampai tujuan sudah keburu waktu," pikir saya. Lalu saya screen capture data Pak Supir tersebut dan mengirimkannya ke Adek sebagai antisipasi jika saya tidak selamat di mobil ini dialah pelakunya. Hahaha...

Mobil melaju dengan kecepatan sedang mencoba membelah macetnya kota Denpasar. Tak berapa lama merasa kesal saya tersadar sesuatu. Hei!!!! "Hurt People Hurt People". Kata-kata itu terus terngiang di benak saya. Dia berlaku seperti itu dengan orang yang baru saja dikenalnya bukanlah kehendak sadarnya, namun sebuah reaksi dari pengalaman-pengalaman yang didapatkannya. 

Seseorang, hanya bisa memberi apa yang dia punya kan?


"Bapak sering dibohongi penumpang ya?" tanya saya tanpa ba bi bu

"Sering Mbak. Malem-malem main-main aplikasi saya sudah dateng nunggu, pesan gak dibalas, telepon gak diangkat lalu hpnya mati sampai sekarang. Belum lagi penumpang yang banyak maunya sewenang-wenang bayar gak seberapa saja sudah berani merintah merintah saya, memangnya saya apa? Banyak penumpang aneh-aneh. Kesel saya!"

"Tuh kan..." kata saya dalam hati dan kesal saya sudah memudar. 

"Belum lagi ini perusahaan kebijakan berubah-berubah. Selalu dapat pemberitahuan ada bonus ini itu tapi syarat dan ketentuannya sulit harus mengambil jam malam. Memangnya siapa yang pergi atau pulang malam kecuali yang nakal-nakal mbak?"

"Kerja kali Pak"

"Iya kerja di Cafe aja yang bisa gitu!"

 😒 😒 😒

"Sudah berapa lama jadi Driver Pak?"

"Baru 2 bulan. Dulu saya guide"

"Wah, pintar bahasa asing dong ya"

"Iya bisa Inggris dan Jerman. Ada lho saya ajak penumpang anak-anak jemput di les bahasa inggris. Aduh, sombongnya minta ampun kedua orang tuanya katanya Dokter. Saya ajak lah memakai bahasa Inggris baru mereka agak ramah. Dasar, memangnya baru saya Supir, saya begok?"  

"Hmmm hmmm"

10 menit kemudian

"Aduh Pak, berkas saya ketinggalan"

"GIMANA SIH KOK GAK DISIAPIN?"

"Sudah Pak, karena cepet-cepet lupa"

"Ya udah telpon adiknya suruh bawain!"

Mobil menepi dan saya menghubungi Adek untuk membawakan berkas yang tertinggal.

"Mbak, pasti banyak pikiran ya, makanya sampai lupa. Makanya Mbak apa-apa itu doa dulu, Mbaknya kurang berdoa ini"

 😑 😑 😑

Tak lama kemudian Adek datang dan saya melanjutkan perjalanan. Di perjalanan saya ditelepon oleh rekan saya yang sudah terlebih dahulu disana.

"Pak, cepet Pak nanti telat"

"Memangnya kalau telat Mbaknya dipecat?"

🙄 🙄 🙄

Selama perjalanan saya mengobrol terus bersama bapak supir. Segala hal tentang dirinya saya tanyakan, bahkan ia sempat menawarkan produk MLMnya. Ia juga bercerita tentang keluarganya, tentang anaknya yang malas dan kehidupannya yang pelik.
Hurt people hurt people. Saya semakin memahami reaksinya terjadi karena banyak luka dan ketidakpuasan di dalam diri. 
Setelah mengenal lebih jauh, Pak Supir ini ternyata berhati mulia. Ia sering menyisihkan penghasilannya untuk diberikan ke yayasan-yayasan dan diberikan ke orang-orang yang kurang beruntung yang ditemuinya. Sering pula ia mengadakan semacam bakti sosial atau bagi-bagi nasi bungkus di jalanan. Bahkan ada beberapa penumpang yang tidak ditagihkannya ongkos ketika penumpangnya tidak punya uang. 
Ia mengatakan kita tidak perlu menjadi kaya untuk berbagi, jika kita menunggu kaya, sesudah kita kaya raya, kita akan tetap merasa kurang kaya untuk berbagi.
Kemudian di tengah percakapan ia berkata,

"Mbak, kok aneh ya, biasanya saya selalu marah-marah. Mungkin karena Mbaknya ramah kali ya?"

"Ya, kenapa Bapak harus marah?"

Ia hanya tertawa. Lalu mobil masuk ke gerbang Hotel tujuan saya. 

Ia mengantarkan sampai ke depan lobby sambil berkata, "Kalau Bos memang harus disini turunnya Mbak"

"Terimakasih ya Pak," jawab saya sambil tersenyum.

(bersambung)

Archive 25HDstory.com

Berikut daftar isi www.25hdstory.com untuk mempermudah melihat arsip tulisan. Silakan klik pada judul yang diinginkan untuk membaca. Semoga bermanfaat. 

ABOUT ME

GRATITUDE STORY

HD Love Story
Dia-ku Dessy 

Makin Dekat Melihat, Makin Kentara yang Cacat

Mengenang Mantan sebagai Pahlawan

Happy 25HDay, 5 Years

Karena Pria (juga) Ingin Dimengerti

Jaen Idup Dadi Brondong?

Peringatan Satu Tahun Blog, Selamat Ulang Tahun Wi ke 23 Tahun

Kuis Perbedaan dan Persamaan Foto

Foto yang Bernyawa

Cie Cie Moment Part 1

Semakin Tinggi Pohon

Indahnya Mendung

Menyelami Laut Dalam

Ditanya Harus Jawab!

Karena Hujan dan Desember Satu Kesatuan

Empat Tahun Lamanya

Our Proggress Note Report

LDR Story

Petrichor 

Hand in Frame (Part II)

Ada apa dengan secangkir teh?

Happy 25HDay!

Pertengkaran-Pertengkaran Itu

Cara Mana yang Kita Pilih?

Official Launch of The Blog

Saat Terindah

First Date 

Ayam atau Bebek

Hadiah Tuhan (bagian 6-selesai) 

Masih Kusimpan

Hadiah Tuhan (bagian 5)

Hadiah Tuhan (bagian 4)

Hadiah Tuhan (bagian 3)

Cute Us

Hadiah Tuhan (bagian 2)

Hadiah Tuhan (bagian 1)

Minggu Gombal

Only Video Call


Is ThisLove

Memories

Quotes

Kelakuan Adik Kelas

1000 Semangat

Welcome October

SinarBenderang

Big Baby Baru Bangun

Jatuh Hati - Raisa

Nothing worth having comes easy

Romantic? Absolutely not!!!

Satu yang Jangan Dilupa

Because I will not marry your title or profession

Perfecto


Berondong Macho

Putih jadi Kuning

Prewed?

Detail

Pentingnya Komunikasi

Get Well Soon Sayang

Alay

Titik Terang

Empat Tahun Pertemanan di Facebook

Kekasih Sekaligus Penasihat Spiritual

Dubsmash Aneh HD

Kekasihku yang Gila Bola

Tanpamu vs Denganmu

Love is Sweet Like A Flower

Petualangan di Laut Amed, Bali

Alasan Mengapa Kamu Menjadi Kekasihku 

Kekasih adalah Teman Terbaik

Berhenti Kuliah? Kamu Yang Memutuskan

HD Marahan

25HDstory, Dimulai dari Tulisan Ini


Family Story


Childhood Story


Daily Gratitude


INSPIRE OTHER

Inspiring Person
Kisah yang Tersisa di Panti Werda

Inspiring Book


Inspiring Thing
Kisah Dua Ekor Anjing dan Pemiliknya yang Tidak Suka Anjing
Arti dari Emoji Monyet-Monyet Berekspresi 
Wahai Lelaki, Jangan Gengsi Menonton Drama Korea
Belajar Ikhlas dari Hati bersama Upin dan Ipin

Quotes
25 Quotes Krishna dalam Bhagavad Gita

THOUGHT & CRITICS

Spiritual
Atheist yang Beriman

Social Life
Tolong Berhenti "Gek Gek-in" Saya di Jalan

Profession
Jangan Menyisakan Nasi, Jika Kamu Tahu Perjuangan Seorang Petani

Parenting
 
SELF DEVELOPMENT

Contemplation
Kita Tidak Bisa Terus Tertawa Pada Lelucon yang Sama
No Complain Day for Miss Complain
Luka Fisik Vs Luka Bathin
Diam (kadang) adalah Jawaban
Jangan Lupa Menikmati Hidup
Pernyataan tentang Bertanya
Bahagia Mereka vs Bahagia Saya
Kasihi Musuhmu
Tidak Ingin Apa-Apa
Manajemen Stress
Dilarang Mengeluh!

Self Talk
Self Talk : Jangan Menjadi Orang Lain

Writing and Reading

Menulis Resensi Buku Sehabis Membaca, Untuk Apa?
Buku Bertuah

Travelling
Tidur Siang di Pantai Pasir Putih Bali

Vegan

Custom Post Signature

Custom Post  Signature